Jumat, 16 Juli 2010

Confession

I've been in denial for all this time.

I have to admit that from all of them,

You're the only one who could leave a hole in my heart with the longest time,

Usually I could heal and fix any damage easily,

but for this one,

even my logic and my pride couldn't overcome it.


I could only stop the bleed for a while,

not closing the wound.

I never knew that missing someone so badly could hurt yourself so much.

Senin, 21 Juni 2010

Forgiving is Relieving

Ceritanya beda.
Orangnya beda.
Waktunya pun beda.

Yang sama adalah anggapan saya kalau mereka itu baik,
anggapan kalau saya merasa sudah kenal mereka,
anggapan kalau mereka sudah bisa saya percaya,
dan yang paling penting
anggapan bahwa mereka tidak mungkin menyakiti saya.

Tapi kenyataannya saya salah.

pada akhirnya yang sama dari mereka semua adalah,

mereka menyakiti saya - dengan caranya masing-masing.

Semua - anggapan saya di atas itu yang terjadi adalah sebaliknya.

Disakiti dan dikhianati oleh musuh kita memang menyebalkan dan membuat marah,
tapi lain hal ketika yang melakukannya adalah orang yang kita sayang dan percaya.
Sakitnya tak terkatakan.

Tapi itu kemarin,
Apapun yang sudah terjadi dibelakang, saya ingin berusaha memaafkan mereka.
Entah mereka minta maaf atau tidak.
Entah mereka sadar atau tidak.
Entah mereka perduli atau tidak.


Allah Maha Baik,
memberi saya semua pengalaman itu.
Membuat saya tahu banyak hal - termasuk bahwa manusia itu bisa sangat tega - dan sifat manusia itu memang macam-macam.
Membuat saya belajar sabar,
dan mempunyai lahan untuk mempraktekkan arti kata ikhlas ketika saya ingin memaafkan mereka.


Lagipula hanya dengan memaafkan lah saya bisa membuang bara api yang ada di diri dan melapangkan hati menjadi lebih luas.

Sabtu, 19 Juni 2010

Cara apply Visa USA - Part 2

Oke, jadi setelah selesai buat appointment, now what?

Yang jelas, siapin dulu dokumen2nya buat dibawa saat interview :)

Dokumen-dokumen yang harus disiapkan:
1. Paspor. (Ya iyalah...) Dokumen identitas lain seperti Akte lahir dan ktp ga akan diminta ko..

2. Confirmation page nya harus diprint dan jangan sampai lupa dibawa. Untuk application form ga harus diprint.

3.Bukti pembayaran fee visa. Tiap tipe visa beda-beda, kalau untuk turis 140 USD. bayarnya hanya di Bank Standard Chartered dan Bank Permata. Sebaiknya di cabang-cabang utama, bilang aja mau bayar fee visa USA, nanti mereka punya formnya sendiri untuk diisi. Bukti pembayaran ada dua, warna hijau dan pink. Jangan lupa bawa dua2nya :)

4. Pas foto sesuai guideline satu buah. Kalau mau jaga2 takut tercecer, boleh lah bawa cadangan..

5. Dokumen lain yang mendukung:
Kalau untuk turis visa, pada prinsipnya mereka hanya akan memberi visa ke orang-orang yang bisa memberi jaminan kalau mereka akan kembali - tidak akan extend untuk cari kerja atau belajar. Misalnya gw, karena masih koas, jadi bawa surat keterangan resmi dari kampus kalau gw mang masih ada masa pendidikan untuk diselesaiin. Atau kalau yang sudah bekerja, minta buat surat ke atasan yang isinya menerangkan kalau sedang kerja disitu dan terikat kontrak misalnya.Terus dokumen yang bisa menerangkan bagaimana dan dimana kita akan tinggal saat disana, dan menjamin kejelasan selama berada di sana. Contohnya gw dapet invitation letter dari tante dan om, disitu ada kalimat kalau mereka menjamin gw tidak akan extend dan tidak akan jadi beban untuk negara. Gitu...

6. Dokumen keterangan mengenai finansial. Ini bisa berupa rekening koran/buku tabungan milik kita atau orang yang membiayai kita pergi. Kalau yang sudah bekerja, biasanya akan ditanya mengenai gaji. Jadi jangan lupa bawa buku tabungan dan lebih bagus struk gaji perbulan.

Kalau semua sudah komplit, jangan lupa datang pada hari appointment sesuai jadwal, jangan telat dan jangan bawa kendaraan pribadi kecuali kalau dianter. Karena tidak akan ada tempat parkir!

Tips untuk hari interview:

1. Sediakan waktu minimal 4-5 jam dari jadwal appointment. Karena akan habis waktu di ngantri, ngantri dan ngantriii. Ada ngantri untuk loket administrasi, ngantri lagi untuk masuk security check dan ngantri untuk masuk interview room. Jadi kalau appointment nya jam 8, jangan bikin janji lain jam 11 ya :D

2. Ga usa bawa elektronik lain selain handphone, nanti setelah lewat security check sebelum interview room, semua elektronik dari charger hp sampe mp3 player pun harus dititip.

3. Di antara security check dan interview room, disediakan air putih gratis, jadi jangan khawatir kalau kehausan. di dalem ruang interview nya juga ada. Lebih baik bawa novel atau majalah, karena akan ada banyak waktu bengooong. Oh ya, jangan bawa makanan!

4. Semua dokumen jangan sampai ada yang ketinggalan atau tercecer di jalan yaaah :) Untuk tiket pesawat, ada baiknya ga usa dibook dulu, mending nanti aja kalau sudah dapat visa. Ga ditanya ko soal tiket...

5. Untuk petugas interview nya, orang asing semua. Mereka bisa bahasa indonesia sih, tapi akan lebih enak kalau pakai bahasa inggris aja sekalian. Tiap applicant pasti beda yang ditanyanya, kalau untuk visa B1 biasanya:
a. Mau ngapain disana?
b. Mau kemana dan tinggal dimana dan berapa lama?
c. Siapa yang biayain semua biaya perjalanan?
d. Siapa yang menanggung cost living selama disana?
e. Sedang bekerja atau tidak? Apa pekerjaan dan berapa gaji perbulan.
(Waktu yang sebelum gw, ada mbak2 yang ga kerja, trus ditanya "kenapa tidak bekerja?" weew...)
f. Kalau misalkan kita menginap di rumah saudara, harus jelas nama, alamat, pekerjaan dan hubungan kita dengan mereka.
g. dan lain-lain semau interviewernya. Oh ya, kalau kita pernah ke luar negeri apalagi ke Eropa dan Aussie, biasanya akan jadi nilai tambah.

Intinya yang mereka mau dari interview:
1. harus bisa menjelaskan rencana perjalanan kita di sana
2. menjelaskan mengenai kepastian finansial
3. harus harus menjamin kalau kita akan kembali ke sini!

Kalau memang diterima, langsung diberitahu saat itu juga oleh interviewer dan kita akan diberi tiket pengambilan paspor sesuai tanggal yang tertera di situ dan jam pengambilannya antara jam setengah 3 sampe setengah 4 sore. Kalau ditolak, ya akan dikasih tau juga dan diperbolehkan kalau mau mencoba lagi lain waktu...

Visa USA memang ribet (dan lebih mahal), tapi sangat worth it, karena berlakunya 5 tahun dan multiple entries! Gw dulu pas nge-apply visa UK cuma berlaku 6 bulan dan single entry, negara-negara lain pun biasanya juga hanya dalam hitungan bulan masa berlakunya.

Jadi persiapkan lah segala sesuatunya dengan baik, kalau ditolak kan sayang 140 USD nya hangus dan ga bisa kembali...

Buat yang mau coba apply, semoga berhasil! :)

Cara apply Visa USA - Part 1

Kali ini gw mau nulis info mengenai cara nge-apply visa USA. Kemarin gw baru nge-apply dan diterima :) Gw terpikir buat nulis mengingat untuk dapet visa ini agak2 sulit (angka reject nya cukup tinggi) dan sistem daftarnya sudah berubah sejak bulan Mei 2010. Oh ya, yang di part pertama ini bagaimana melengkapi pendaftaran lewat online.

Jadi langkah-langkah untuk pendaftaran online (untuk Non Visa Immigrant) :

1. First of all, buka dulu http://jakarta.usembassy.gov/consular/consular.html. Kalau belum tau kode tipe visa yg akan diambil, buka http://jakarta.usembassy.gov/consular/c_niv_types.html. Kalau untuk turis ambilnya visa B1. sedangkan buat study, ambilnya F dan M.

2. Kemudian isi application form nya dengan online form DS-160. Linknya ada di page yg tadi pertama dibuka --> Online Nonimmigrant Visa Electronic Application (DS-160).

3. Pilih lokasinya di Jakarta, dan tunggu sampai ada tanda "Start new application" keluar. Akan ada tanda untuk mengupload pas foto yang kita punya, sesuai standar atau tidak. Kalau sudah ada, silahkan diupload, kalau belum, boleh proceed dulu ke ngisi formnya.

4. Sekilas tentang pas foto, sekarang juga harus ada versi yang diuploadnya dan ada guide tersendiri. Ini guide mengenai ukuran dan lain2: http://travel.state.gov/visa/guide/guide_3877.html.
Ukurannya 2 x 2 inchi dan ada proporsi untuk kepala dan mata, misalnya ukuran kepala harus setinggi 1-1,375 inchi. Memang ribet :(
*jangan khawatir untuk yang pakai jilbab, gw tetep pakai dan ga dipermasalahkan*

5. Kalau ga bisa melengkapi aplikasi dalam satu waktu, ada pilihan untuk save application. Nanti pas mau melengkapi lagi, kembali di poin yang nomer 3, pilih "upload previous application".

6. Selesai melengkapi, bagusnya uda ada koneksi langsung ke printer. Jadi application form kita bisa diprint saat itu juga. Soalnya kalau ga, nanti ga ada pilihan buat kembali ke application form yang sudah jadi, kecuali kalau kita sempat ngesave di halaman terakhir.

7. Begitu selesai, kita akan dapet confirmation page berisi barcode nomer daftar. Kalau misalkan lagi ga ada printer saat itu, ada pilihan untuk ngeklik kirim ke email lembar konfirmasi nya dalam bentuk PDF.

8. Kembali ke link di poin nomer 1. terus cari kalimat "Once your DS-160 is complete, make your appointment by clicking here." untuk ke page online appointment system.

9. Begitu buka link di poin nomer 8, copy paste nomor barcode yang ada di lembar konfirmasi dan press submit. Nanti akan keluar kalender perbulan dan ada kode biru per tanggal yang bisa diklik. Itu artinya masih available. Biasanya dalam satu hari ada jam 07.00, 07.30 dan 08.00. Itu adalah jam untuk datang di depan gerbang embassy, bukan jam interviewnya! silahkan dipilih bisa nya tanggal berapa. oh ya, hanya bisa pada hari kerja dan bukan tanggal merah.

10. Selesai buat appointment, klik lembar mengenai appointment yang sudah dibuat.

Beres deh :)

Tips-tips untuk melengkapi daftar online:
1. Ada expired time dalam melengkapi setiap page di application form,yaitu 20 menit. Lebih dari itu, kalau belum disave, akan hilang dan mulai lagi dari awal. Jadi kalau mau aman, selalu save tiap selesai mengisi satu page.

2. Untuk pas foto, print/tulis aja guideline yang ada di poin no.4, bawa ke studio foto yang reliable. Biasanya ada beberapa studio yang sudah tau kalau untuk foto visa US bagaimana, tapi kalau mau lebih pasti, kasih aja guideline ke petugasnya dan minta dibuat sesuai itu.

3.Gw ada kesulitan pas lagi mau klik appointment, tanggal di tiap bulan ga ada yg bisa diklik! Akhirnya gw sampai kirim email ke embassy 2 kali dan terus ga bisa selama berminggu-minggu. Tapi pada akhirnya bisa juga ko. Kalau menemui kesulitan yang sama, jangan pernah menyerah untuk mencoba... pasti pada akhirnya bisa.. Hehe..

4.Waktu jadinya visa tidak tentu, bisa beberapa hari atau seminggu, jadi untuk daftar dan buat appointment nya setidaknya 2 minggu sebelum keberangkatan lah..


Terus habis daftar online bagaimana? Baca part 2 yah :)

Minggu, 06 Juni 2010

The Package

It's like waiting for a package to come.
But the problem is - I dont know the time when the package will come,
I dont know in what way the package will be delivered,
and have no any clue on how it would be wrapped up.

The package could come tomorrow morning,
or maybe next months
or even five years later.
Anytime.

Or in a very unexpected scenario - something happened and the packages wont never reach me. (Well, it's still possible, but I hope it won't).

Actually I'm not sitting all day and looking up my watch or even marking up the calendar on waiting for this package,
but while I'm on my daily routinity,
the thought about this package sometimes pops up in my mind.
And afterthat, the curiosity and unpatienceness follow it.

In many moments, I really want to ask God to spoil the timing,
but of course He won't.

Cause I already know the answer:
It will come only at the right time.

Minggu, 28 Maret 2010

Postingan gw yg paling aneh

Gw lagi pengen posting, tapi begitu banyak yg lewat-seliweran-jalan2 di dalam otak tentang apa yang mau gw tulis:

1. tentang reading lights yang tadi gw datengin dan gw suka bgd
2. tentang rasa sakit yg muncul hilang timbul tapi segera ketutup oleh si logika
3. tentang apa yg gw pikirin mengenai jaga di dahlia kemarin dimana pasien nya TBC dan AIDS semua
4. tentang artikel di TIMES yg waktu itu gw baca
5. tentang buku "Genius in all of us" nya David Shenk
6. tentang yang gw pikir soal jodoh
7. tentang apa yg gw alamin akhir2 ini
8. tentang kemampuan self-healing and forgetting gw (which are faster than most people I know)
9. tentang betapa males nya gw menghadapi besok - hari senin.

dan semua "tentang" lain...

gw pengen tidur saja lah.
sehingga ketika bangun tidur saat level serotonin uda mulai naik lagi,
keadaan dan mood gw uda lebih baik dari sekarang.


Ups.
Did I say "sleep"?

almost forget,
masih ada bahan anemia yang harus dibaca karena mau dipresentasiin besok...


Heu.

Minggu, 21 Maret 2010

Still in the cross roads

Seperti apa rasanya "menjilat ludah sendiri?"

(Btw, dont ever try with the real saliva, yuck!)

Yang terutama gw rasain adalah malu. Bukan malu sama orang lain, tapi lebih malu dengan diri sendiri. Malu karena dulu pernah berkata seperti itu dengan yakin tapi akhirnya mematahkan kata-kata itu sendiri (dengan sama yakinnya). Mungkin uda pernah beberapa kali kejadian, tapi yang paling berasa adalah yang terakhir. Dan itu masih menyangkut seputar kehidupan klinik gw, hehe.

Dari dulu sejak masih tingkat pertama kuliah s.ked, setiap kali ditanya mau ambil spesialis apa, gw pasti akan jawab dengan mantab: "spesialis syaraf!". Dimulai dari gw kelas 3 SMA saat melihat artikel di koran mengenai betapa baru sedikitnya spesialis syaraf di Indonesia dan ketika gw belajar neurologi -ternyata menarik - meskipun susah tapi amazing bgd untuk dipelajari (For me, brain and its connection are one the most wonderful things that God ever created). Oh iya, justru karena ga banyak orang yang bisa, gw semakin tertantang untuk masuk.

Kebalikannya, gw juga selalu bilang:
"Kalaupun bukan spesialis syaraf, setidaknya ada satu spesialis yang sudah gw black-list: Spesialis kulit kelamin." Alasannya juga hampir vice versa dengan alasan gw masuk neuro: ilmu kulit menurut gw ga menantang untuk dipelajari. Gitu-gitu aja (bukannya gw bilang gampang yaa, tapi dibandingkan neuro misalnya). Selain itu gw juga mikir buat apa gw susah2 kuliah di kedokteran, kalau akhirnya cuma ngobatin jerawat. Itu adalah stigma gw buat dokter kulit saat kuliah dulu. Well, gw akui, sempit banged pikiran gw saat itu.

Saat akhirnya gw rotasi di bagian syaraf (bulan Desember kemarin) - ternyata oh ternyata - gw sangat ga suka berada di sana. Bahkan di hari ketiga gw masuk bagian syaraf, gw langsung tau kalo niat gw untuk jadi spesialis syaraf - batal sudah. Agak susah menjelaskan dengan detil kenapa nya, tapi yang jelas gw ga enjoy dengan suasananya dan gw ga menikmati bertemu pasien yang kebanyakan sudah kronis, penuh dengan komplikasi dan kebanyakan dari mereka kalau bertanya apa penyakitnya bisa sembuh, akan sangat bohong kalau gw menjawab "iya". Alasan sederhana lain - gw ga tahan bau di bangsal rawat inap nya. 3 minggu masih oke, but for the rest of my life? no, thanks. I just realized at that time, I'm actually just not that into neuro.

Sebaliknya ketika gw masuk rotasi di kulkel, baru hari kedua gw di kulkel gw langsung pengen jadi spesialis kulkel. Sama seperti tadi,gw ga tau cara nulisinnya gimana, tapi yang jelas hal-hal seperti suasananya, saat nganamnesa pasien, kemudian ilmu nya dan semuanya membuat gw sangat suka di bagian ini. Dan trnyata stigma gw mang salah - ilmu kulkel itu luas - mulai dari AIDS, lepra, jerawat sampai alergi. Gw pikir dulu ngobatin penyakit kulit itu kurang helpful dan ga esensial - trnyata melihat pasien yang seneng karena keluhan kulitnya terobati - that's very enjoyable feeling.

Amazing. Ternyata gw lebih puas mengobati seseorang dengan jerawat tapi sembuh total - ketimbang mengobati pasien stroke namun ujungnya adalah pasien (meskipun hidup) cacat slama sisa hidupnya.

Satu hal utama lain kalo gw ambil spesialis kulkel: ga ada jaga dan ga ada gawat daruratnya. gw lebih bisa fleksibel nanti ketika ngatur waktu antara berumah tangga dan berkarir ketimbang gw ambil spesialis yang lebih sibuk kerjanya. Sesuka-suka nya gw dengan karir gw di kedokteran - apapun spesialisasi yang gw ambil nanti sebisa mungkin gw ga mau mengorbankan kewajiban gw nanti sebagai seorang istri dan ibu. Eventhough maybe I was born to be a doctor but I was born as a woman.

Tapi belajar dari pengalaman, dan dari nasihat mama ("Jalani aja dulu semuanya tia..."), gw ga mau terlalu yakin dengan keputusan gw soal ambil spesialis kulit ini. Let it be one of my option for now, not my destination.

Dan ternyata memang bener, sekarang gw lagi di bagian ilmu penyakit dalam, yang dari awal gw uda males-malesan masuk, tapi ternyata .... only God knows how I love being in this department. Ehehe. Bertambah lagi deh satu opsi :p

Terkadang gw berpikir, ketertarikan pada satu bagian tertentu itu ternyata hampir mirip dengan ketertarikan pada seseorang - ga bisa diprediksi, ga bisa ditebak, ga bisa dipaksa dan susah dijelaskan kenapa nya.

Masih ada 4 bagian kecil dan 3 bagian besar lagi untuk dijalani, we'll see - opsi itu akan bertambah lagi atau tidak.

This time I will shut my mouth and see where all those experiences in clinical rotation will lead me into =p